Kunjungan B2B Success Co., Ltd. dari Jepang ke Politeknik Negeri Kupang (PNK) dalam rangka penjajakan peluang kerja sama. Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk menjajaki potensi kolaborasi yang saling menguntungkan serta memperkuat hubungan kemitraan antara PNK dan pihak industri internasional. (Rabu, 14/10/2026)
Kupang, 14 Oktober 2026 – Politeknik Negeri Kupang menjajaki peluang kerja sama dengan B2B Success CO., LTD, Jepang, dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa dan alumni serta membuka peluang kerja internasional, khususnya di Jepang. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperluas jejaring kemitraan internasional dan memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi kebutuhan dunia industri. clinicaesca.com
Dalam pertemuan tersebut, Direktur Politeknik Negeri Kupang, Janri Delastriani Manafe, S.Sos., MM di dampingi Para Wakil Direktur, Ketua Jurusan Teknik Sipil, Ketua Jurusan Teknik Mesin, Ketua Jurusan Teknik Elektro, Ka. UPA Bahasa, Ketua SPI dan Koordinator Kerja Sama, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan inisiatif penjajakan kerja sama yang ditawarkan. Sebagai perguruan tinggi vokasi, Politeknik Negeri Kupang berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga berkarakter, mampu beradaptasi, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Perkembangan industri dan teknologi yang semakin pesat menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dan membangun kemitraan strategis, termasuk dengan dunia usaha dan mitra internasional. Karena itu, peluang kerja sama dengan B2B Success Co., Jepang, dinilai positif dalam mendukung peningkatan kualitas lulusan, memperluas wawasan mahasiswa, dan membuka kesempatan berkarier di pasar kerja global. ligamed.com.au
Hadir pula dari timB2B Success Co., LTD – Jepang,Direktur Operasional, Junichi Yoshida, didampingi oleh Bapak Ilfa Yusmadi dan Dr. Ir. Surfa Yondri, ST., S.ST., M.KOm, merupakan Dosen Teknik Elektro Politeknik Negeri Padang, berbagi pengalaman mengenai program penyiapan tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di Jepang. Ia menjelaskan bahwa program serupa telah dikembangkan melalui kolaborasi dengan mitra Jepang dan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Menurut Surfa, terdapat empat aspek penting yang harus dipersiapkan oleh calon tenaga kerja, yaitu kemampuan bahasa Jepang, pemahaman budaya, kompetensi teknis, dan kesiapan beradaptasi dengan lingkungan kerja. Keempat aspek tersebut menjadi fondasi penting bagi lulusan pendidikan vokasi yang dipersiapkan untuk bekerja secara profesional di Jepang.
Program yang diperkenalkan mencakup pelatihan bahasa Jepang selama kurang lebih enam bulan, dilanjutkan dengan tes kemampuan, seleksi perusahaan, serta pemenuhan persyaratan sertifikasi dan administrasi keberangkatan. Melalui proses tersebut, calon tenaga kerja diharapkan memiliki kesiapan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan perusahaan di Jepang. nomocivicachile.cl
Perwakilan B2B Success Co., LTD, Jepang, menjelaskan bahwa inisiatif kerja sama ini telah dirintis sekitar tujuh hingga delapan tahun lalu melalui kunjungan ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan untuk membangun kepercayaan, memperkuat jejaring, dan menjajaki peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.
Meskipun pengembangan program sempat menghadapi tantangan, termasuk pandemi COVID-19, melalui dukungan berbagai pihak dan perluasan jejaring dengan perguruan tinggi, program pelatihan mulai dilaksanakan di sejumlah institusi pendidikan di Indonesia. B2B Success Co. berharap program serupa dapat diperluas ke Politeknik Negeri Kupang.
Melalui langkah ini, Politeknik Negeri Kupang terus mendorong pengembangan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan perkembangan global. Kemitraan internasional diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan alumni sekaligus memperkuat kontribusi Politeknik Negeri Kupang dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Sebagai tindak lanjut dari penjajakan kerja sama tersebut, kedua pihak sepakat untuk mengatur proses penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Politeknik Negeri Kupang dan B2B Success Co., Jepang. Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi landasan awal bagi pengembangan kerja sama dalam peningkatan kompetensi mahasiswa dan alumni, pelatihan bahasa Jepang, serta pembukaan peluang karier lulusan di Jepang. Selanjutnya, kedua pihak akan berkoordinasi untuk membahas waktu dan mekanisme penandatanganan serta ruang lingkup kerja sama yang akan disepakati bersama.
http://222.124.191.186/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-14-at-13.25.08.jpeg9601280Humas PNKhttp://222.124.191.186/wp-content/uploads/2025/02/logo-UBAH.pngHumas PNK2026-10-14 18:10:002026-10-15 13:23:26POLITEKNIK NEGERI KUPANG JAJAKI KERJA SAMA DENGAN B2B SUCCESS CO., JEPANG UNTUK MEMBUKA PELUANG KARIER LULUSAN DI JEPANG
Kupang-PNK, Politeknik Negeri Kupang (PNK) melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat menyelenggarakan kegiatan Workshop Assistensi/Drafting Rezim Paten Sederhana serta Strategi Komersialisasi Produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Tahun 2026, Kamis (27/8/2026), bertempat di Hotel Harper Kupang.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya PNK dalam meningkatkan pemahaman dan kapasitas dosen dalam menghasilkan, melindungi, serta mengembangkan produk-produk inovasi melalui rezim Hak Kekayaan Intelektual, khususnya paten sederhana. Selain aspek perlindungan hukum, workshop juga memberikan perhatian pada strategi komersialisasi agar hasil penelitian dan inovasi yang dihasilkan civitas akademika dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia industri. soragroup.vn
Workshop secara resmi dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Akademik PNK, Prof. Jappy P. Fanggidae, SE., MBA., P.h.D. Dalam sambutannya, Prof. Jappy menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya dituntut untuk menghasilkan mahasiswa yang memiliki inovasi, kreativitas, serta kemampuan menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga perlu memastikan bahwa hasil pemikiran, penelitian, dan inovasi yang dihasilkan oleh sivitas akademika dapat dikembangkan dan memberikan nilai tambah.
“Kita sering berbicara tentang pentingnya menghasilkan mahasiswa yang memiliki inovasi, kreativitas, dan kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Namun, hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita memastikan bahwa hasil pemikiran, penelitian, dan inovasi yang kita hasilkan tidak berhenti hanya pada laporan penelitian, tersimpan rapi di perpustakaan, atau hanya dipublikasikan di repositori dan jurnal,” ungkapnya.
Menurut Prof. Jappy, terdapat banyak potensi besar dari hasil riset yang dilakukan oleh sivitas akademika PNK yang dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah, termasuk nilai ekonomi dan peluang untuk dikomersialisasikan.
“Padahal, banyak sekali potensi besar dari hasil riset kita yang dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah, bahkan dapat menghasilkan nilai ekonomi dan dikomersialisasikan,” lanjutnya.
Oleh karena itu, ia mengajak para dosen untuk mulai melihat hasil penelitian secara lebih luas. Tidak hanya berorientasi pada penyelesaian laporan penelitian atau kajian, tetapi juga memikirkan langkah lanjutan berupa perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan hasil penelitian melalui Hak Kekayaan Intelektual.
“Saya mengajak Bapak dan Ibu untuk mulai berpikir lebih jauh. Jangan hanya berhenti pada menghasilkan laporan penelitian dan kajian, tetapi juga memikirkan bagaimana hasil penelitian tersebut dapat dilindungi melalui Hak Kekayaan Intelektual, dikembangkan, dan pada akhirnya dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat maupun institusi,” tegasnya. robsroofingllc.com
Lebih lanjut, Prof. Jappy mendorong para peserta untuk memanfaatkan workshop tersebut sebagai ruang untuk berdiskusi dan menggali potensi hasil penelitian yang dimiliki.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi, bertanya, dan menyampaikan berbagai potensi hasil riset yang kita miliki. Mudah-mudahan dari kegiatan ini dapat lahir berbagai inovasi yang tidak hanya berhenti sebagai dokumen penelitian, tetapi dapat memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, khususnya paten, serta memiliki peluang untuk dikomersialisasikan,” ujarnya. alfennec.ly
Kegiatan menghadirkan narasumber Ibu Sonya Pau Adu, S.H., M.H. Beliau merupakan Ketua POKJA Administrasi Permohonan Direktorat Paten, DTLST dan Rahasia Dagang pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT. Narasumber memberikan pendampingan dan pemahaman kepada peserta terkait Penelusuran dan Tata Cara Penulisan Spesifikasi Paten, Hilirisasi Hasil Riset dan Inovasi, serta berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan dokumen pengajuan paten.
Selain materi mengenai paten sederhana, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai strategi komersialisasi produk HKI. Materi ini diharapkan dapat membantu para dosen memahami tahapan pengembangan hasil penelitian agar tidak berhenti pada tahap penciptaan atau pendaftaran HKI, tetapi dapat dilanjutkan menuju pemanfaatan dan hilirisasi produk.
Kegiatan workshop diikuti oleh para dosen Politeknik Negeri Kupang. Peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan melakukan asistensi terkait ide, hasil penelitian, maupun produk inovasi yang berpotensi untuk mendapatkan perlindungan HKI.
Melalui pelaksanaan workshop ini, PNK diharapkan semakin mampu memperkuat ekosistem penelitian dan inovasi di lingkungan kampus. Peningkatan kapasitas dosen dalam pengelolaan HKI juga diharapkan dapat mendorong bertambahnya produk inovasi yang terlindungi secara hukum sekaligus memiliki potensi untuk dikomersialisasikan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pusat Penelitian dan PpM PNK dalam mendorong hasil penelitian dan inovasi sivitas akademika agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, dunia industri, dan masyarakat. HUMAS PNK
http://222.124.191.186/wp-content/uploads/2026/08/Doc1111.jpg7631866Humas PNKhttp://222.124.191.186/wp-content/uploads/2025/02/logo-UBAH.pngHumas PNK2026-08-27 18:30:002026-10-14 04:16:48PNK Gelar Workshop Assistensi/Drafting Rezim Paten Sederhana dan Strategi Komersialisasi Produk HKI Tahun 2026
Kupang-PNK, 20 Agustus 2026 – Politeknik Negeri Kupang (PNK) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dan Workshop Redesain Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai bagian dari upaya memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDI).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Agustus 2026, bertempat di Hotel Neo Kupang, diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan dari enam jurusan di lingkungan Politeknik Negeri Kupang. Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik Negeri Kupang, Prof. Jappy Parlindungan Fanggidae, SE., MBA., Ph.D.
FGD dan workshop tersebut turut menghadirkan sejumlah stakeholder eksternal yang memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan kompetensi lulusan, di antaranya Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Perumda Air Minum Kota Kupang, PT PLN NPS PLTU Bolok, Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTT, serta konsultan pajak.
Kehadiran para stakeholder menjadi bagian penting dalam proses redesain kurikulum, khususnya untuk memperoleh masukan langsung mengenai kebutuhan kompetensi, perkembangan dunia kerja, perubahan teknologi, serta tuntutan profesional yang dihadapi lulusan ketika memasuki dunia kerja.
Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Negeri Kupang, Ibu Janri Delastriani Manafe, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Atas nama pimpinan Politeknik Negeri Kupang, saya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan, baik dari dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, instansi pemerintah, asosiasi profesi, alumni, maupun unsur lainnya yang telah meluangkan waktu untuk hadir,” ujar Direktur PNK.
Menurutnya, keterlibatan stakeholder sangat penting karena kurikulum pendidikan vokasi tidak dapat disusun hanya berdasarkan perspektif internal perguruan tinggi. Kurikulum harus dibangun bersama para pengguna lulusan agar kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.
“Kehadiran Bapak dan Ibu sangat penting karena kurikulum pendidikan vokasi tidak boleh disusun hanya berdasarkan pandangan internal kampus. Kurikulum harus dibangun bersama para pengguna lulusan agar kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan,” lanjutnya.
Direktur PNK juga menegaskan bahwa kurikulum tidak sekadar merupakan kumpulan mata kuliah, jumlah SKS, maupun pembagian tugas mengajar. Lebih dari itu, kurikulum merupakan bentuk komitmen institusi terhadap mahasiswa, orang tua, dunia kerja, dan masyarakat mengenai kompetensi yang akan dimiliki oleh setiap lulusan.
“Kurikulum merupakan janji institusi kepada mahasiswa, orang tua, dunia kerja, dan masyarakat mengenai kompetensi yang akan dimiliki oleh setiap lulusan Politeknik Negeri Kupang. Oleh sebab itu, kurikulum harus dirancang secara serius, terukur, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan FGD dan workshop tersebut tidak hanya menjadi kegiatan administratif untuk memenuhi kebutuhan dokumen akreditasi. Sebaliknya, forum tersebut harus menjadi ruang dialog yang terbuka dan konstruktif antara perguruan tinggi dengan para pemangku kepentingan.
“Saya berharap forum ini tidak sekadar menjadi kegiatan administratif untuk memenuhi dokumen akreditasi. Kegiatan ini harus menjadi ruang dialog yang terbuka dan jujur,” ungkapnya.
Para stakeholder, lanjut Direktur, diharapkan dapat memberikan masukan mengenai kompetensi teknis maupun nonteknis yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja, berbagai kelemahan lulusan yang masih perlu diperbaiki, perkembangan teknologi pada setiap bidang keahlian, serta peluang kerja dan usaha yang perlu diantisipasi oleh masing-masing program studi.
Redesain Kurikulum Berorientasi pada Capaian Lulusan
Penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dalam redesain kurikulum menempatkan capaian pembelajaran sebagai fokus utama proses pendidikan. Dengan pendekatan tersebut, proses pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi, tetapi juga pada kemampuan nyata yang harus dimiliki dan mampu diterapkan oleh mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikannya. myalphanotify.com
Dalam konteks pendidikan vokasi, pendekatan OBE menjadi penting karena keberhasilan pembelajaran perlu tercermin pada kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan profesi dan dunia kerja.
Melalui FGD, para stakeholder diberikan ruang untuk menyampaikan perspektif dan kebutuhan industri yang kemudian dapat menjadi bahan dalam penyempurnaan profil lulusan dan capaian pembelajaran. Masukan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara kompetensi yang diajarkan di kampus dengan kompetensi yang dibutuhkan di lapangan. damplips.net
Sementara itu, workshop menjadi ruang kolaboratif bagi unsur akademik dan stakeholder untuk membahas serta menyempurnakan rancangan kurikulum pada enam jurusan di lingkungan Politeknik Negeri Kupang.
Proses redesain tersebut diarahkan agar terdapat keterkaitan yang lebih kuat antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, mata kuliah, metode pembelajaran, serta sistem asesmen. Dengan demikian, setiap proses pembelajaran dapat memberikan kontribusi yang jelas terhadap kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi PNK untuk mengevaluasi kurikulum yang berjalan agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja. Masukan dari stakeholder diharapkan dapat membantu program studi mengidentifikasi kompetensi baru yang dibutuhkan industri, termasuk kompetensi teknis, keterampilan digital, kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, kerja sama tim, serta sikap profesional. emmblema.co
Melalui pelibatan aktif dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, pemerintah, asosiasi profesi, praktisi, dan pengguna lulusan, Politeknik Negeri Kupang berkomitmen membangun kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan masyarakat dan pasar kerja.
FGD dan Workshop Redesain Kurikulum Berbasis OBE ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Politeknik Negeri Kupang sekaligus meningkatkan daya saing lulusan.
Dengan kurikulum yang relevan, adaptif, terukur, dan berorientasi pada capaian, PNK berupaya memastikan bahwa lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta mampu beradaptasi terhadap perubahan dan perkembangan industri di masa depan. Humas PNK
http://222.124.191.186/wp-content/uploads/2026/08/gambar_2026-08-24_121425754.png378505Humas PNKhttp://222.124.191.186/wp-content/uploads/2025/02/logo-UBAH.pngHumas PNK2026-08-20 18:30:002026-10-25 16:44:23PNK Gelar FGD dan Workshop Redesain Kurikulum Berbasis OBE, Perkuat Sinergi dengan Dunia Industri
PNK, 30 Juli 2026 – Politeknik Negeri Kupang (PNK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Tahap I Perguruan Tinggi Swakelola Tipe II dan Tipe III Tahun 2026 dalam rangka Pelaksanaan Pendampingan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Gedung A Politeknik Negeri Kupang, Kamis (30/7/2026).
Perjanjian Kerja Sama ini ditandatangani antara Direktorat Sekolah Menengah Atas, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Politeknik Negeri Kupang sebagai perguruan tinggi pelaksana pendampingan Program Revitalisasi SMA Tahun 2026. grimpo.com.br
Hadir mewakili Direktorat Sekolah Menengah Atas, Bapak Murjiyanto selaku Wakil Penanggung Jawab (WP) Pertama Direktorat SMA bersama Bapak Faizal Ismail Kasim selaku Penanggung Jawab (PJ) Program Revitalisasi SMA. Kehadiran tim Direktorat SMA disambut langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Kupang, Ibu Janri Delastriani Manafe, S.Sos., M.M., didampingi Ibu Deasi Delfiani Anastasia Arisandi Daud, SST.M.Si., selaku perwakilan Ketua Jurusan Teknik Sipil serta Ferdinan Nikson Liem, SST.,MT., Ph.D selaku Koordinator Fasilitator Program Revitalisasi SMA Tahun 2026.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMA Tahun 2026 merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas, aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Dalam implementasinya, perguruan tinggi diberikan peran sebagai mitra pendamping untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan, prinsip akuntabilitas, serta memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.
Melalui penandatanganan PKS Tahap I ini, Politeknik Negeri Kupang memperoleh amanah untuk melaksanakan pendampingan terhadap satuan pendidikan penerima Program Revitalisasi SMA Tahun 2026. Pendampingan tersebut meliputi penguatan aspek teknis, administrasi, serta pengawasan dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan sehingga hasil pembangunan dapat memberikan manfaat optimal bagi dunia pendidikan. studyglobalservice.com
Direktur Politeknik Negeri Kupang, Ibu Janri Delastriani Manafe, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada PNK merupakan tanggung jawab besar yang akan dijalankan secara profesional dan berintegritas.
“Kami menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh Direktorat Sekolah Menengah Atas kepada Politeknik Negeri Kupang. Melalui kerja sama ini, kami siap memberikan pendampingan secara optimal dengan mengedepankan profesionalisme, kompetensi, dan akuntabilitas, sehingga Program Revitalisasi SMA Tahun 2026 dapat terlaksana sesuai harapan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Direktur PNK.
Sementara itu, perwakilan Direktorat SMA, Bapak Murjiyanto, menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan Program Revitalisasi SMA. Pendampingan yang dilakukan diharapkan mampu memberikan penguatan dari aspek teknis maupun tata kelola pelaksanaan program sehingga pembangunan sarana dan prasarana pendidikan dapat berlangsung secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Pada kesempatan yang sama, Bapak Faizal Ismail Kasim menyampaikan bahwa sinergi antara Direktorat SMA dan perguruan tinggi merupakan bentuk kolaborasi strategis dalam memastikan setiap satuan pendidikan penerima program memperoleh pendampingan yang berkualitas. Dengan demikian, tujuan revitalisasi untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
Sebagai Perguruan Tinggi Vokasi yang memiliki kompetensi di bidang keteknikan dan pembangunan infrastruktur, Politeknik Negeri Kupang siap mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki dalam mendukung pelaksanaan program ini. Keterlibatan dosen dan tenaga ahli diharapkan mampu memberikan pendampingan yang profesional serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hasil pembangunan pada satuan pendidikan penerima program.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Tahap I ini menjadi tonggak awal pelaksanaan pendampingan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMA Tahun 2026 sekaligus memperkuat sinergi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Politeknik Negeri Kupang dalam mewujudkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas. Melalui kolaborasi ini diharapkan setiap program revitalisasi dapat menghasilkan sarana dan prasarana pendidikan yang memenuhi standar mutu, aman digunakan, nyaman bagi warga sekolah, serta mampu mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih efektif dan berkelanjutan. HUMAS/PPID PNK. comunidadesaada.com.br
http://222.124.191.186/wp-content/uploads/2026/08/Doc1qqq.jpg7521908Humas PNKhttp://222.124.191.186/wp-content/uploads/2025/02/logo-UBAH.pngHumas PNK2026-07-30 18:30:002026-10-14 06:11:48Politeknik Negeri Kupang dan Direktorat SMA Tandatangani PKS Tahap I Pendampingan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMA Tahun 2026
Seminar Nasional Jurusan Teknik Elektro Bahas Inovasi Energi Terbarukan dan Transformasi Digital untuk Pembangunan Berkelanjutan di NTT
PNK – Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Kupang sukses menyelenggarakan Seminar Nasional dengan mengusung tema “Inovasi Energi Terbarukan, Sistem Kendali Cerdas, dan Transformasi Digital untuk Pembangunan Berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.” Kegiatan yang berlangsung pada 23 Juli 2026 di Gedung Auditorium Politeknik Negeri Kupang ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, praktisi, peneliti, serta perwakilan dari berbagai instansi sebagai wadah berbagi pengetahuan, hasil riset, dan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. dolbear.com
Mengawali kegiatan, Ketua Panitia Seminar Nasional, Olivia De Haviland Basoeki, SS.,M.Hum., PhD menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Dalam laporannya dijelaskan bahwa seminar nasional ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Kupang dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Ketua panitia juga menyampaikan bahwa pemilihan tema didasarkan pada besarnya potensi energi baru terbarukan di Nusa Tenggara Timur yang perlu dioptimalkan melalui pemanfaatan teknologi sistem kendali cerdas dan transformasi digital. Melalui seminar ini, diharapkan lahir gagasan-gagasan inovatif yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan daerah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keteknikan.
Usai laporan ketua panitia, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Politeknik Negeri Kupang, Deetje Wieske Manuain, S.E., M.Si. web.uny.edu.ve
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Jurusan Teknik Elektro atas terselenggaranya seminar nasional yang dinilai sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Menurutnya, perguruan tinggi vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan kebutuhan industri.
Beliau menegaskan bahwa Nusa Tenggara Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, mulai dari energi surya, angin, hingga biomassa. Potensi tersebut harus didukung oleh inovasi teknologi, sistem kendali yang cerdas, serta transformasi digital agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui seminar nasional ini, saya berharap lahir berbagai gagasan dan inovasi yang dapat diimplementasikan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. Perguruan tinggi harus menjadi pusat lahirnya solusi-solusi teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri,” ujarnya.
Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ilmiah ini sebagai sarana memperluas jejaring kerja sama, meningkatkan budaya riset, serta memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan sektor industri dalam mendorong percepatan transformasi teknologi di daerah. akarisakura-official.com
Seminar nasional menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya, yaitu Prof. Dr. Jangkung Rahardjo, S.T., M.T. dari Departemen Teknik Elektro Universitas Telkom Bandung, Ir. Supriyanto, S.TP., M.Kom., Ph.D dari Divisi Teknik Biosistem, Fakultas Teknik dan Teknologi dan Asisten Bidang Layanan Agromaritim, Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship, Institut Pertanian Bogor, serta Dr. Ir. Folkes Laumal, S.T., M.T. dari Politeknik Negeri Kupang.
Dalam sesi pemaparan, para narasumber mengulas berbagai topik strategis, mulai dari perkembangan teknologi energi terbarukan, implementasi sistem kendali cerdas, pemanfaatan Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga transformasi digital sebagai pendorong peningkatan daya saing industri dan pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait implementasi teknologi di berbagai sektor.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi melalui penguatan pendidikan vokasi, penelitian terapan, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Diharapkan, hasil diskusi dan pertukaran gagasan dalam seminar ini dapat melahirkan rekomendasi serta inovasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan percepatan pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.
Seminar nasional ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan industri sangat penting dalam mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Kupang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan solusi nyata bagi kemajuan daerah. HUMAS/PPID PNK
http://222.124.191.186/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-10.32.09-scaled.jpeg19202560Humas PNKhttp://222.124.191.186/wp-content/uploads/2025/02/logo-UBAH.pngHumas PNK2026-07-23 19:00:002026-10-25 16:42:19Seminar Nasional Jurusan Teknik Elektro Bahas Inovasi Energi Terbarukan dan Transformasi Digital untuk Pembangunan Berkelanjutan di NTT
Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Kupang Gelar Kuliah Umum Manajemen Perbankan Bahas Peran Perbankan Dan BUMD Bagi Perekonomian NTT (1/7/2026). avafoodie.com
PNK, 1 Juli 2026 – Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Kupang menyelenggarakan Kuliah Umum Manajemen Perbankan dengan mengusung tema “Peran Perbankan dan BUMD Dalam Meningkatkan Perekonomian Nusa Tenggara Timur” pada Rabu (1/7/2026) di Gedung Auditorium Politeknik Negeri Kupang. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 300 mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran vokasi yang menghubungkan dunia akademik dengan dunia industri dan dunia usaha.
Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia, Dr. Maria Bernadetha Ringa, SE.,MM., yang menyampaikan bahwa kuliah umum ini diselenggarakan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan praktis dari para profesional di bidang perbankan dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami tantangan dan peluang sektor jasa keuangan serta pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Selanjutnya, kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi Politeknik Negeri Kupang, Ibu Feny Susana Eky, SS.,,M.A.. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi vokasi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dunia kerja melalui penguatan keterampilan, wawasan industri, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman. Beliau juga mengapresiasi Jurusan Administrasi Bisnis atas penyelenggaraan kuliah umum yang menghadirkan praktisi sebagai narasumber sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif. takla.projects.coppertable.co.za
Kuliah umum menghadirkan tiga narasumber yang berpengalaman di bidang perbankan dan BUMD, yaitu Mevi Charles Dominggus Angi, S.E., selaku Komisaris Independen BPR Capital Pitoby; Joel Obaja Lak Apu, S.Kom., selaku Wakil Pimpinan Cabang Bidang Bisnis PT Bank NTT; serta Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M., selaku Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang.
Dalam pemaparannya, Mevi Charles Dominggus Angi, S.E. menjelaskan bahwa perbankan memiliki fungsi strategis sebagai lembaga intermediasi yang menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali melalui pembiayaan kepada sektor produktif. Menurutnya, peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, Joel Obaja Lak Apu, S.Kom. memaparkan pentingnya inovasi dan transformasi digital dalam dunia perbankan. Digitalisasi layanan keuangan dinilai mampu meningkatkan efisiensi, memperluas inklusi keuangan, serta memberikan kemudahan akses layanan perbankan kepada masyarakat. Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi di bidang teknologi dan pelayanan agar siap menghadapi perkembangan industri keuangan. pulsebeverage.com
Pada sesi berikutnya, Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M. menjelaskan bahwa BUMD memiliki peran penting sebagai penggerak pembangunan ekonomi daerah. Selain memberikan pelayanan publik, BUMD juga diharapkan mampu mengoptimalkan potensi daerah, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat melalui tata kelola perusahaan yang profesional dan berkelanjutan.
Diskusi berlangsung dengan antusias. Mahasiswa memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berdialog langsung dengan para narasumber mengenai berbagai isu, mulai dari peluang karier di sektor perbankan, pengembangan UMKM, transformasi digital, hingga strategi penguatan BUMD dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Manajemen Perbankan ini, Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Diharapkan kegiatan ini mampu memperluas wawasan mahasiswa, meningkatkan kompetensi profesional, serta mendorong lahirnya lulusan yang siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Nusa Tenggara Timur melalui sinergi antara perguruan tinggi, sektor perbankan, pemerintah daerah, dan BUMD. HUMAS/PPID PNK
http://222.124.191.186/wp-content/uploads/2026/07/3.jpeg12001600Humas PNKhttp://222.124.191.186/wp-content/uploads/2025/02/logo-UBAH.pngHumas PNK2026-07-01 18:30:002026-10-25 16:42:25Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Kupang Gelar Kuliah Umum Manajemen Perbankan Bahas Peran Perbankan Dan BUMD Bagi Perekonomian NTT