Blog Elements

You can display blog posts in various ways with the “Blog Post” element/shortcode. You can see one example here and even more at the blog main menu item of this demo.

The current image has no alternative text. The file name is: Doc1-4.jpg

Kupang-PNK, 20 Agustus 2026 – Politeknik Negeri Kupang (PNK) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dan Workshop Redesain Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai bagian dari upaya memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDI).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Agustus 2026, bertempat di Hotel Neo Kupang, diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan dari enam jurusan di lingkungan Politeknik Negeri Kupang. Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik Negeri Kupang, Prof. Jappy Parlindungan Fanggidae, SE., MBA., Ph.D.

FGD dan workshop tersebut turut menghadirkan sejumlah stakeholder eksternal yang memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan kompetensi lulusan, di antaranya Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Perumda Air Minum Kota Kupang, PT PLN NPS PLTU Bolok, Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTT, serta konsultan pajak.

Kehadiran para stakeholder menjadi bagian penting dalam proses redesain kurikulum, khususnya untuk memperoleh masukan langsung mengenai kebutuhan kompetensi, perkembangan dunia kerja, perubahan teknologi, serta tuntutan profesional yang dihadapi lulusan ketika memasuki dunia kerja.

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Negeri Kupang, Ibu Janri Delastriani Manafe, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Atas nama pimpinan Politeknik Negeri Kupang, saya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan, baik dari dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, instansi pemerintah, asosiasi profesi, alumni, maupun unsur lainnya yang telah meluangkan waktu untuk hadir,” ujar Direktur PNK.

Menurutnya, keterlibatan stakeholder sangat penting karena kurikulum pendidikan vokasi tidak dapat disusun hanya berdasarkan perspektif internal perguruan tinggi. Kurikulum harus dibangun bersama para pengguna lulusan agar kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.

“Kehadiran Bapak dan Ibu sangat penting karena kurikulum pendidikan vokasi tidak boleh disusun hanya berdasarkan pandangan internal kampus. Kurikulum harus dibangun bersama para pengguna lulusan agar kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan,” lanjutnya.

Direktur PNK juga menegaskan bahwa kurikulum tidak sekadar merupakan kumpulan mata kuliah, jumlah SKS, maupun pembagian tugas mengajar. Lebih dari itu, kurikulum merupakan bentuk komitmen institusi terhadap mahasiswa, orang tua, dunia kerja, dan masyarakat mengenai kompetensi yang akan dimiliki oleh setiap lulusan.

Kurikulum merupakan janji institusi kepada mahasiswa, orang tua, dunia kerja, dan masyarakat mengenai kompetensi yang akan dimiliki oleh setiap lulusan Politeknik Negeri Kupang. Oleh sebab itu, kurikulum harus dirancang secara serius, terukur, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan FGD dan workshop tersebut tidak hanya menjadi kegiatan administratif untuk memenuhi kebutuhan dokumen akreditasi. Sebaliknya, forum tersebut harus menjadi ruang dialog yang terbuka dan konstruktif antara perguruan tinggi dengan para pemangku kepentingan.

“Saya berharap forum ini tidak sekadar menjadi kegiatan administratif untuk memenuhi dokumen akreditasi. Kegiatan ini harus menjadi ruang dialog yang terbuka dan jujur,” ungkapnya.

Para stakeholder, lanjut Direktur, diharapkan dapat memberikan masukan mengenai kompetensi teknis maupun nonteknis yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja, berbagai kelemahan lulusan yang masih perlu diperbaiki, perkembangan teknologi pada setiap bidang keahlian, serta peluang kerja dan usaha yang perlu diantisipasi oleh masing-masing program studi.

Redesain Kurikulum Berorientasi pada Capaian Lulusan

Penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dalam redesain kurikulum menempatkan capaian pembelajaran sebagai fokus utama proses pendidikan. Dengan pendekatan tersebut, proses pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi, tetapi juga pada kemampuan nyata yang harus dimiliki dan mampu diterapkan oleh mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikannya.

Dalam konteks pendidikan vokasi, pendekatan OBE menjadi penting karena keberhasilan pembelajaran perlu tercermin pada kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan profesi dan dunia kerja.

Melalui FGD, para stakeholder diberikan ruang untuk menyampaikan perspektif dan kebutuhan industri yang kemudian dapat menjadi bahan dalam penyempurnaan profil lulusan dan capaian pembelajaran. Masukan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara kompetensi yang diajarkan di kampus dengan kompetensi yang dibutuhkan di lapangan.

Sementara itu, workshop menjadi ruang kolaboratif bagi unsur akademik dan stakeholder untuk membahas serta menyempurnakan rancangan kurikulum pada enam jurusan di lingkungan Politeknik Negeri Kupang.

Proses redesain tersebut diarahkan agar terdapat keterkaitan yang lebih kuat antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, mata kuliah, metode pembelajaran, serta sistem asesmen. Dengan demikian, setiap proses pembelajaran dapat memberikan kontribusi yang jelas terhadap kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi PNK untuk mengevaluasi kurikulum yang berjalan agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja. Masukan dari stakeholder diharapkan dapat membantu program studi mengidentifikasi kompetensi baru yang dibutuhkan industri, termasuk kompetensi teknis, keterampilan digital, kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, kerja sama tim, serta sikap profesional.

Melalui pelibatan aktif dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, pemerintah, asosiasi profesi, praktisi, dan pengguna lulusan, Politeknik Negeri Kupang berkomitmen membangun kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan masyarakat dan pasar kerja.

FGD dan Workshop Redesain Kurikulum Berbasis OBE ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Politeknik Negeri Kupang sekaligus meningkatkan daya saing lulusan.

Dengan kurikulum yang relevan, adaptif, terukur, dan berorientasi pada capaian, PNK berupaya memastikan bahwa lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta mampu beradaptasi terhadap perubahan dan perkembangan industri di masa depan. Humas PNK