KUPANG, PNK — Rabu, 17 September 2025. Politeknik Negeri Kupang (PNK) menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi Tahun 2025 di Hotel Naka Kupang pada Selasa–Rabu, 16–17 September 2025. Kegiatan dua hari ini diikuti oleh para dosen dari berbagai program studi dengan tujuan memperkuat kapasitas akademik dalam menghasilkan publikasi ilmiah yang memenuhi standar internasional dan memiliki daya saing global.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik PNK, Dr. Ir. Melchior Bria, ST., MT., IPM., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa publikasi ilmiah tidak hanya menjadi tuntutan akreditasi, tetapi juga merupakan representasi kualitas riset para dosen. “Setiap artikel yang terbit di jurnal internasional bereputasi mencerminkan kontribusi nyata kita dalam percakapan akademik global, sekaligus mengangkat reputasi Politeknik Negeri Kupang di tingkat dunia,” ujarnya.

 

Materi Hari Pertama Kelas A (Bidang Engineering)

Pada kelas A, Prof. Aji Prasetya Wibawa, Ph.D. tampil sebagai narasumber dengan Petrisia Widyasari Sudarmadji, S.Kom., M.Si. sebagai moderator.

Sesi pertama membahas Etika Penulisan Ilmiah. Prof. Aji menekankan bahwa integritas adalah fondasi dari setiap publikasi. Penulis, katanya, dituntut jujur dalam menyajikan data, menghindari manipulasi hasil, dan terbuka dalam memberikan penghargaan atas kontribusi pihak lain.

Dalam sesi Plagiarisme dan Cara Menghindarinya, ia menjelaskan berbagai bentuk plagiarisme, mulai dari plagiarisme langsung hingga penggunaan sumber sekunder tanpa rujukan ke sumber asli. Prof. Aji menegaskan bahwa kesalahan sekecil apa pun dalam sitasi dapat merusak kredibilitas penulis di mata editor maupun komunitas akademik.

Materi berikutnya membahas Teknik Penulisan Abstrak dan Pendahuluan. Menurutnya, abstrak adalah “pintu masuk” bagi pembaca dan editor, sehingga harus ditulis secara padat, sistematis, dan mampu menarik perhatian. Pendahuluan, lanjutnya, harus memetakan research gap dan meyakinkan pembaca akan urgensi penelitian yang dilakukan.

Hari pertama ditutup dengan pembahasan mengenai strategi menembus jurnal bereputasi. Prof. Aji memberikan tips praktis mulai dari pemilihan topik yang relevan, mengikuti tren riset terkini, hingga menyesuaikan gaya penulisan dengan standar jurnal. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk memperbesar peluang publikasi.

Materi Hari Kedua Kelas A

Hari kedua bersifat lebih aplikatif. Prof. Aji menguraikan secara detail teknik penulisan bagian Metode, Hasil, Pembahasan, dan Penutup. Ia menegaskan bahwa metode harus disusun transparan dan sistematis agar penelitian dapat direplikasi. Hasil penelitian harus ditulis faktual berbasis data, pembahasan harus menghubungkan temuan dengan teori maupun penelitian terdahulu, sedangkan penutup perlu memuat implikasi serta arah penelitian selanjutnya.

Peserta juga diperkenalkan pada perangkat Mendeley untuk mempermudah manajemen referensi. Panitia memandu instalasi hingga praktik penyusunan daftar pustaka sesuai standar internasional.

Dalam sesi Pemilihan Jurnal, Proses Submisi, dan Menjawab Reviewer, peserta diajak memahami pentingnya seleksi jurnal sesuai bidang riset dan indeksasi. Prof. Aji mengingatkan bahwa komentar reviewer bukanlah bentuk penolakan, melainkan bagian dari proses penyempurnaan artikel. “Respon yang sopan, berbasis data, dan argumentatif menjadi kunci agar artikel diterima,” tegasnya.

 

Materi Hari Pertama Kelas B (Bidang E-Commerce & Pariwisata)

Di kelas B, Prof. Dr. I Putu Astawa, SE., MM. menjadi narasumber dengan Prof. Dr. Deddy Bernabas Lasfeto, ST., MT. sebagai moderator.

Prof. Astawa membuka sesi dengan menekankan pentingnya kejujuran akademik, objektivitas, dan tanggung jawab terhadap keaslian ide. Pada materi Plagiarisme, ia menjelaskan bahaya autoplagiarisme serta strategi menghindarinya.

Dalam pembahasan Abstrak dan Pendahuluan, ia menekankan bahwa abstrak harus merangkum keseluruhan isi artikel, sementara pendahuluan harus membangun argumentasi yang meyakinkan. Hari pertama ditutup dengan strategi menembus jurnal bereputasi melalui pemilihan topik yang relevan, kolaborasi aktif, serta konsistensi menulis.

Materi Hari Kedua Kelas B

Hari kedua, Prof. Astawa memandu peserta dalam menyusun bagian Metode, Hasil, Pembahasan, dan Penutup. Ia menegaskan pentingnya penyajian hasil penelitian yang jelas dan objektif, serta pembahasan yang menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu.

Sesi teknis penggunaan Mendeley kembali diberikan agar peserta terbiasa menggunakan sistem referensi otomatis. Selanjutnya, dalam materi Pemilihan Jurnal, Submisi, dan Menjawab Reviewer, Prof. Astawa menekankan pentingnya komunikasi dengan editor, kesabaran menghadapi revisi, serta konsistensi mengikuti panduan penulisan jurnal.

Rangkaian workshop kelas B ditutup dengan refleksi panitia yang menegaskan bahwa keberhasilan publikasi ilmiah memerlukan ketekunan, strategi, dan manajemen waktu yang baik.

Pandangan Narasumber dan Penegasan PpM

Dalam wawancara terpisah, Prof. Aji Prasetya Wibawa, Ph.D. menyoroti pentingnya strategi publikasi bagi dosen agar lebih produktif dan efektif dalam menulis. “Aspek publikasi yang saya harapkan adalah bagaimana teman-teman dosen bisa lebih enjoy dalam prosesnya, tidak terlalu kaku dalam memahami materi. Setiap teori harus langsung diikuti dengan praktik implementasi agar peserta memiliki kesempatan mencoba langsung dalam kasus nyata,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), perlu dimanfaatkan secara etis. “Penggunaan AI harus diakui secara terbuka dalam karya tulis, sama seperti penggunaan kalkulator dalam perhitungan. AI dapat memperlancar proses penulisan, asalkan tetap mengikuti etika dan regulasi akademik,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan terbesar bagi dosen adalah manajemen waktu, bukan kemampuan. Dari pengalaman sebelumnya, hanya sekitar 30 persen peserta yang berhasil publikasi karena kesulitan membagi waktu antara tugas di kampus, tanggung jawab keluarga, dan menulis. “Padahal, menulis bisa dimulai dengan sederhana, misalnya menyisihkan waktu 15 menit setiap hari. Itu pesan yang selalu saya terima dari guru saya, dan saya teruskan kepada peserta workshop ini,” tambahnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa tujuan menulis adalah untuk pembaca, bukan hanya untuk diri sendiri. “Hasil penelitian bisa sangat bagus, tetapi jika cara mengemasnya tidak sesuai standar jurnal, artikel akan sulit diterima. Dibutuhkan kerendahan hati untuk menyesuaikan gaya penulisan dengan ketentuan editor maupun harapan pembaca. Dengan sikap itu, peluang artikel kita diterbitkan tentu akan semakin besar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PpM) PNK, Prof. Dr. Deddy Bernabas Lasfeto, ST., MT., menegaskan bahwa workshop ini memberikan dampak positif tidak hanya bagi dosen, tetapi juga bagi institusi. “Kegiatan ini menjadi bagian dari tuntutan transparansi akademik, dimana dosen dituntut untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Workshop ini merupakan langkah awal sekaligus dukungan nyata bagi dosen agar mampu menghasilkan artikel ilmiah yang berkualitas dan layak dipublikasikan,” ujarnya.

Prof. Deddy menambahkan, publikasi di jurnal internasional akan mengangkat reputasi Politeknik Negeri Kupang di tingkat global sekaligus meningkatkan kompetensi dosen dalam menulis dan mempublikasikan hasil riset mereka, termasuk di jurnal yang terindeks basis data abstrak dan sitasi (Scopus). Menurutnya, artikel yang dihasilkan juga dapat dijadikan bahan ajar bagi mahasiswa, sehingga manfaat workshop ini turut memperkaya kualitas pembelajaran di kelas.

“Melihat penyelenggaraan workshop dua hari ini, saya menilai ada peluang besar untuk memperluas kolaborasi dan melaksanakan program lanjutan. Saat ini kita juga telah menjalin kerja sama dengan Pusat Publikasi Universitas Negeri Malang. Dukungan dari para narasumber tentu akan memperkuat langkah Politeknik Negeri Kupang dalam mendorong dosen lebih aktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi,” pungkasnya.

ooo0ooo

Workshop ini menegaskan komitmen Politeknik Negeri Kupang dalam membangun budaya akademik yang berorientasi pada publikasi internasional. Melalui materi yang mendalam, praktik langsung, serta refleksi narasumber, para dosen dibekali dengan keterampilan teknis, pemahaman etika, dan strategi publikasi yang komprehensif. Dengan bekal tersebut, diharapkan dosen PNK mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas riset, sekaligus memperkuat reputasi Politeknik Negeri Kupang di kancah akademik global. (Humas PNK)